Roof Drain untuk Gedung Bertingkat: Fungsi, Jenis, dan Cara Menentukannya

Pada gedung bertingkat, pengelolaan air hujan bukan sekadar soal kenyamanan, tetapi menyangkut keamanan struktur bangunan. Air yang tidak terkelola dengan baik di area atap dapat menyebabkan genangan, kebocoran, hingga kerusakan beton dan tulangan. Di sinilah roof drain berperan sebagai komponen vital dalam sistem drainase gedung.
Artikel ini membahas secara praktis apa itu roof drain, jenis-jenisnya, serta cara menentukan roof drain yang tepat untuk gedung bertingkat.
Apa Itu Roof Drain?
Roof drain adalah saluran pembuangan air hujan yang dipasang di area atap (roof), khususnya pada atap datar atau dak beton. Fungsinya menangkap air hujan lalu menyalurkannya ke pipa vertikal (downpipe) menuju sistem drainase bawah.
Pada gedung bertingkat, roof drain umumnya menggunakan material cast iron karena harus menahan debit air besar dan bekerja dalam jangka panjang.
Mengapa Roof Drain Sangat Penting untuk Gedung Bertingkat?
Gedung bertingkat memiliki karakteristik khusus:
- luas atap besar
- debit air hujan tinggi
- jarak aliran air panjang
- risiko kebocoran lebih besar
Tanpa roof drain yang tepat, air dapat menggenang di atap dan menambah beban struktur, yang berpotensi merusak waterproofing dan beton.
Fungsi Utama Roof Drain
Roof drain memiliki beberapa fungsi penting, antara lain:
- Mengalirkan air hujan dari atap dengan cepat
- Mencegah genangan dan beban air berlebih
- Melindungi lapisan waterproofing
- Menjaga umur pakai struktur gedung
- Mengurangi risiko kebocoran ke lantai bawah
Jenis-Jenis Roof Drain untuk Gedung Bertingkat
1. Roof Drain Standar
Digunakan pada atap datar gedung perkantoran, apartemen, dan hotel. Umumnya dilengkapi saringan untuk menahan sampah.
2. Roof Drain dengan Dome Strainer
Memiliki penutup berbentuk kubah agar air tetap masuk meskipun ada daun atau kotoran di sekitarnya. Sangat cocok untuk atap terbuka.
3. Roof Drain Vertical Outlet
Saluran pipa mengarah ke bawah. Ini adalah tipe paling umum untuk gedung bertingkat.
4. Roof Drain Horizontal Outlet
Digunakan jika sistem pipa berada di sisi bangunan atau kondisi struktur tertentu.
5. Overflow Roof Drain
Roof drain cadangan yang berfungsi saat debit air melebihi kapasitas drain utama. Sangat direkomendasikan untuk gedung tinggi.
Material Roof Drain yang Paling Direkomendasikan
Untuk gedung bertingkat, cast iron menjadi pilihan utama karena:
- kuat dan tidak mudah retak
- tahan cuaca dan korosi
- stabil saat tertanam di beton
- umur pakai panjang
- mampu menangani debit air besar
Material ringan seperti PVC hanya cocok untuk bangunan kecil dengan beban ringan.
Cara Menentukan Roof Drain yang Tepat
Berikut faktor yang perlu diperhatikan:
1. Luas Atap Gedung
Semakin luas atap, semakin besar debit air yang harus ditangani.
2. Curah Hujan Lokasi
Daerah dengan intensitas hujan tinggi membutuhkan roof drain dengan kapasitas lebih besar.
3. Jumlah Roof Drain
Lebih baik menggunakan beberapa roof drain dibanding satu dengan kapasitas besar.
4. Diameter Outlet Pipa
Umumnya 3–8 inch, disesuaikan dengan debit air dan tinggi bangunan.
5. Sistem Overflow
Wajib untuk gedung bertingkat guna mencegah kegagalan sistem utama.
Kesalahan Umum dalam Pemasangan Roof Drain
Beberapa kesalahan yang sering terjadi:
- jumlah roof drain terlalu sedikit
- posisi tidak di titik terendah atap
- tidak menggunakan overflow
- waterproofing tidak menyatu dengan body roof drain
- memilih material yang tidak sesuai
Kesalahan ini dapat menyebabkan kebocoran serius.
Tips Penempatan Roof Drain
- pasang di titik terendah atap
- pastikan kemiringan menuju roof drain
- gunakan lebih dari satu roof drain
- sediakan jalur overflow
- pastikan sambungan ke pipa rapat dan presisi
Kesimpulan
Roof drain adalah komponen krusial pada gedung bertingkat untuk mengendalikan air hujan dari area atap. Pemilihan jenis, material, dan jumlah roof drain harus disesuaikan dengan luas atap, curah hujan, dan desain bangunan.
Dengan menggunakan roof drain cast iron dan perencanaan yang tepat, gedung akan lebih aman, awet, dan terlindungi dari risiko kebocoran jangka panjang.
