roof drain cast iron dengan dome strainer bekerja optimal mengalirkan air hujan

Roof drain berfungsi sebagai jalur utama pembuangan air hujan dari atap bangunan. Namun pada praktiknya, banyak gedung mengalami masalah roof drain sering tersumbat, terutama saat hujan deras. Akibatnya, air menggenang di atap, merembes ke dalam bangunan, bahkan menimbulkan kerusakan struktur dan interior.

Artikel ini membahas penyebab utama roof drain tersumbat serta solusi teknis agar sistem drainase atap bekerja optimal dalam jangka panjang.


Mengapa Roof Drain Mudah Tersumbat?

Penyumbatan roof drain umumnya bukan disebabkan satu faktor saja, melainkan kombinasi desain, material, dan perawatan yang kurang tepat.


1. Sampah dan Kotoran di Area Atap

Daun, pasir, debu, dan sampah ringan sering terbawa angin dan menumpuk di sekitar roof drain. Saat hujan, material ini ikut masuk ke saluran dan menyumbat aliran air.

👉 Solusi:
Gunakan roof drain dengan dome strainer (penutup saringan) agar air tetap masuk meskipun ada sampah di sekitarnya.


2. Tidak Menggunakan Saringan Roof Drain

Roof drain tanpa saringan sangat rentan tersumbat karena semua kotoran langsung masuk ke pipa.

👉 Solusi:
Pastikan roof drain dilengkapi saringan besi cor yang kuat, bukan plastik tipis yang mudah rusak.


3. Diameter Pipa Terlalu Kecil

Pipa outlet yang terlalu kecil tidak mampu menampung debit air hujan, terutama pada atap luas atau curah hujan tinggi.

👉 Solusi:
Sesuaikan diameter pipa roof drain dengan:

  • luas atap
  • intensitas hujan
  • tinggi bangunan

Umumnya digunakan diameter 3–8 inch tergantung kebutuhan.


4. Jumlah Roof Drain Tidak Mencukupi

Banyak gedung hanya menggunakan satu roof drain untuk area atap yang luas. Saat hujan deras, air masuk lebih cepat daripada kapasitas buangannya.

👉 Solusi:
Gunakan lebih dari satu roof drain dan tambahkan overflow roof drain sebagai jalur cadangan.


5. Posisi Roof Drain Tidak di Titik Terendah

Jika roof drain tidak berada di titik terendah atap, air akan menggenang dan membawa lebih banyak kotoran ke satu titik.

👉 Solusi:
Pastikan atap memiliki kemiringan menuju roof drain (±1–2%) dan posisi drain berada di area paling rendah.


6. Material Roof Drain Kurang Tahan Lama

Roof drain berbahan ringan sering mengalami:

  • deformasi
  • pecah
  • sambungan longgar

Kondisi ini memicu sumbatan dan kebocoran.

👉 Solusi:
Gunakan roof drain cast iron yang kuat, stabil, dan tahan lama untuk gedung bertingkat.


7. Tidak Ada Jalur Overflow

Saat roof drain utama tersumbat, air tidak memiliki jalur alternatif sehingga langsung menggenang di atap.

👉 Solusi:
Pasang overflow roof drain untuk membuang kelebihan air saat kondisi darurat.


Dampak Jika Roof Drain Terus Tersumbat

Masalah ini tidak boleh dianggap sepele karena dapat menyebabkan:

  • genangan air di atap
  • kebocoran ke lantai bawah
  • kerusakan waterproofing
  • penurunan umur struktur beton
  • biaya perbaikan tinggi

Tips Mencegah Roof Drain Tersumbat

  1. Gunakan roof drain dengan saringan dome
  2. Pilih material cast iron berkualitas
  3. Sesuaikan jumlah dan diameter pipa
  4. Tambahkan overflow roof drain
  5. Bersihkan atap secara berkala
  6. Periksa sambungan pipa secara rutin

Kapan Harus Mengganti Roof Drain?

Pertimbangkan penggantian roof drain jika:

  • sering tersumbat meski sudah dibersihkan
  • material retak atau korosi parah
  • desain lama tidak sesuai debit air
  • gedung mengalami renovasi atau perluasan

Kesimpulan

Roof drain yang sering tersumbat adalah tanda bahwa sistem drainase atap tidak dirancang atau dipelihara dengan baik. Penyebabnya bisa berasal dari saringan, ukuran pipa, jumlah drain, hingga material yang digunakan.

Dengan memilih roof drain cast iron berkualitas, menempatkannya dengan benar, serta menambahkan sistem overflow, masalah sumbatan dapat dicegah dan risiko kerusakan bangunan bisa diminimalkan secara signifikan.